Siapa Yang Telaten Pasti Panen Ungkap Efendi Pemuda Penyadap Getah Pinus di RPH Carangwulung

Jombang Lacakjejak.id-Seorang pemuda penuh kreativitas yang hidup di Desa Carangwulung bernama Efendi (27 tahun) lulusan Madrasah Aliah (MA)ini bisa dikatakan pandai dalam menjemput rezeki untuk menyongsong masa depan keluarga dengan target kehidupan yang tidak terlalu muluk.

Dari berbagai pengalaman kerja mulai proyek bangunan, kerja pabrik, marketing dan buruh harian lepas pernah dialami meskipun dengan terpaksa karena belum menemukan pekerjaan yang cocok baginya.

Pada titik ahir dirinya lebih suka bekerja sebagai penyadap getah pinus karena tidak pernah terputus masa kerjanya dan tidak ada batasan waktu dalam bekerja serta tidak ada tekanan dari pihak lain, tergantung dirinya sendiri dalam berusaha.

Didalam lingkup Perhutani atas dasar pro aktif dalam mendukung pekerjaan penyadap getah pinus pantas kalau dia mendapat kategori kelompok kerja Parmas (partisipasi masyarakat) dengan nilai plus karena dalam bekerja mengandalkan hutan sebagai sumber kehidupannya serta senantiasa merawat keberlanjutan tanaman pinus yang ada. Selasa(26/5) siang

Menurut Efendi,” Secara ekonomi keberadaan hutan pinus yang saya nilai banyak banget keuntungannya, karena pohon pinusnya sendiri lingkungan kita udaranya sejuk, getahnya bisa menjadikan sebagai pekerjaan dan penghasilan rutin yang tidak terputus asal kita niat, sehingga tidak repot repot harus memperbaharui lamaran pekerjaan lagi,” Ujar Efendi yang sudah 5 tahun bekerja sebagai penyadap getah pinus ini Masih kata Efendi,”Kalau kerja lain terkadang dalam jangka waktu tertentu selesai kemudian kita bingung mau kerja apaan, ketika ada kerjaan dimulai kita harus repot nglamar kerja lagi begitu seterusnya, dan itu belum tentu diteima, karena banyak persyaratan tapi kalau mau nyadap getah pinus tinggal berangkat sewaktu waktu, siapa yang telaten pasti panen, siapa yang utun dan tekun pasti rezeki beruntun,itulah motto kami dalam kerja menyadap getah pinus, sebab kita sendiri yang ngatur waktu dan pekerjaan tersebut, hasilnya rutin tiap bulan,

Di sela pinus bisa ditanam jahe, temulawak, porang, sere, dari jenis apotek hidup atau ditanami pakan ternak seperti kaliandra dan lain sebagainya,” Ulasnya sambil nikmati rokok tembakau yang di bawa dari rumah sembari buat obat nyamuk di lokasi.

Ditempat yang sama Adm KPH Jombang melalui Asper BKPH Jabung Sugeng Riyanto didampingi KRPH Carangwulung Rukani mengatakan,” Saya berterimakasih pada semua masyarakat pekerja penyadap getah pinus di sini khususnya yang masih usia muda dan enerjik seperti mas Efendi

“Kalau saya lihat dia sudah lama berpengalaman menggeluti pekerjaan sadap pinus ini sehingga kita tidak perlu mengarahkan lagi karena kemampuan mereka, dia sudah paham apa yang harus dilakukan dalam bekerja tidak perlu ngajari lagi,

Kita pihak Perhutani mendukung untuk diusulkan sebagai tenaga PARMAS (Partisipasi masyarakat) pasalnya sudah punya pengaruh etos kerja dilapangan karena sudah dikenal masyarakat sekitar, dan hasil kualitas pekerjaan juga bagus, namun demikian perlu memenuhi kriteria yang di butuhkan oleh perusahaan diantaranya adalah masa kerjanya selama ikut menjadi tenaga parmas tadi, itu sebagai poin pertama,” Pungkas Sugeng Riyanto.(Jit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *