Bojonegoro Lacakjejak.id – Program literasi digital siswa Madrasah Tsanawiyah Plus Unggulan Al Falah, Bojonegoro, memberikan pembekalan mengenai bentuk-bentuk applikasi belajar bahasa Inggris dan asing lainnya berbasis digital pada para peserta sebagai pola dasar strategi belajar mandiri dan pemahaman pada literasi digital dan assessment.
Sosialisasi dan Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Mei 2026 pukul 09.00 WIB hingga selesai berlangsung secara interaktif, yang mana siswa diperkenalkan pada berbagai applikasi belajar bahasa inggris antara lain Duolingo, Elsa Speak,yodli dan applikasi lain berbasis AI yang menarik dan sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, serta diajak untuk mengeksplorasi fitur-fitur platform guna meningkatkan minat dan praktek dalam menggunakan Bahasa Inggris.
Selain itu, kegiatan ini juga diadakan diskusi kelompok, refleksi pembelajaran,dengan praktik langsung dalam mengakses applikasi dalam menggunakan praktek Bahasa Inggris, dengan harapan dapat menumbuhkan budaya belajar mandiri dan kepekaan pada digital serta implementasinya pada pembelajaran berbahasa Inggris di kalangan siswa Madrasah Tsanawiyah yang dilaksanakan secara luring bertempat di MTs Unggulan Al Falah Bojonegoro.
Kegiatan pelatihan ini melibatkan berbagai pihak yang berperan penting dalam kelancaran dan keberhasilan kegiatan. Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) terdiri dari Iin Widya Lestari, M.Pd. sebagai ketua tim, serta Mohammad Fatoni, M.Pd. dan Zeti Novitasari, M.Pd. sebagai anggota dosen, tidak ketinggalan dua mahasiswa Riris Wijayanti dan Shahibul Faizza Alwi, yang aktif dalam pelaksanaan teknis dan pendampingan peserta.
Dijelaskan secara luas oleh Ketua tim,Kamis (25/06/ 2026) “Peserta pelatihan adalah seluruh siswa-siswi kelas 7 -9 MTs Plus Unggulan Al Falah Bojonegoro, yang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka sangat tertarik dalam mempelajari dan menggunakan aplikasi-applikasi belajar berbasis digital sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris dan membangun kemandirian belajar berbahasa pada era digital secara lebih menyenangkan dan interaktif.
“Pelatihan ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi digital dan kesadaran digital serta menumbuhkan semangat untuk kemandidrian dalam belajar bagi peserta didik, khususnya pada pembelajaran Bahasa Inggris,melalui pendekatan literasi digital dan assessment yang menekankan pada pembelajaran dan praktik berbahasa Inggris mandiri dengan berbantuan Artificial Intelligence,” Bebernya.
Dikatakan,”Berdasarkan pengamatan dan kebutuhan di lapangan, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami dan belajar bahasa inggris, terutama pada pemahaman teks, ketrampilan berbicara dan penguasaan kosakata, karena masih minimnya pemahaman dan pengetahuan terhadap media belajar digital berbasis AI dan tingkat kemampuan mereka,
“Oleh karena itu, penggunaan platform digital dan applikasi digital dipilih sebagai solusi inovatif yang menyediakan media belajar digital dengan beragam fitur dan fungsi yang membantu siswa belajar dan menciptakan kemandidian belajar kapanpun dan dimanapun dengan fitur audio visual yang menarik dan mudah diakses.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan siswa tidak hanya terbantu dalam meningkatkan minat serta kemampuan belajar bahasa inggris,tetapi mereka juga terdorong untuk membangun kemandirian belajar secara berkelanjutan,” Jelas Iin Widya Lestari pada wartawan Lacakjejak.id
Ditambahkan lebih detail,” Pelatihan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada siswa tentang pentingnya literasi digital dalam mendukung kemampuan bahasa inggris dan belajar mandiri, dimulai dengan pemberian materi mengenai urgensi peningkatan literasi digital di era teknologi informasi, di mana siswa diajak untuk memahami bahwa kemampuan mengakses dan memanfaatkan teknologi dalam belajar khususnya bahasa inggris
“Siswa diperkenalkan pada aplikasi-applikasi berbasis AI seperti duolingo, ElsaSpeak, Youlid dan lainnya sebagai media digital dan assessment yang menyediakan beragam fitur-fitur belajar seperti vocabulary, listening dan speaking yang dengan tingkat kemampuan mereka,
“Setelah mendapatkan penjelasan, siswa secara langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi tersebut dengan menggunakan duolingo, elsa speak dan lainnya secara berkelompok dan individu serta praktek berbahasa Inggris (speaking) dengan sesama siswa, sehingga mereka tidak hanya memahami cara mengaksesnya tetapi juga mampu memanfaatkan aplikasi tersebut secara optimal dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan belajar secara mandiri,” Pungkasnya.(Red)













