Yayasan Pendidikan Budi Utomo Tahan Ijazah Siswa Hingga DP Jombang Lakukan Sidak 

Jombang Lacakjejak.id-Inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang di Kantor Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Gadingmangu, Kecamatan Perak untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan penahanan ijazah siswa, pihak jajaran pengurus yayasan justru kompak menghindar dan mendadak mengaku ada rapat di luar kantor. Senin (18/5) pagi.

Sidak ini merupakan buntut dari keberanian sejumlah wali murid dan alumni YPBU Gadingmangu yang (mengadu) ke Kantor Dewan Pendidikan Jombang pada hari Jumat 15 mei 2026 karena dokumen kelulusan yang menjadi hak siswa disandera pihak yayasan selama bertahun-tahun,

Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Arif Kuswirasasono, menegaskan bahwa penahanan ijazah ini bukan sekadar masalah administrasi belaka, melainkan sebuah tindakan sistematis yang merenggut masa depan anak didik.

​”Ini bukan sekadar masalah administrasi, tapi pemiskinan masa depan anak-anak,” ujar Arif dengan nada geram usai sidak,

Arif membeberkan salah satu fakta miris yang ditemukan di lapangan. Seorang alumnus SMA Budi Utomo lulusan tahun 2018 dilaporkan mengalami tekanan psikologis berat akibat ijazahnya ditahan. Karena tidak memegang dokumen asli, ia gagal melanjutkan kuliah dan berkali-kali ditolak saat melamar pekerjaan.

​Akibat ruang gerak ekonominya dipasung, alumnus tersebut akhirnya terpaksa menikah di usia dini dan kini telah dikaruniai dua anak.Aksi buang badan pihak yayasan terlihat jelas saat tiga anggota Dewan Pendidikan Jombang tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Tim yang dipimpin oleh Arif Kuswirasasono bersama Sekretaris Nur Khasanuri dan Koordinator Bidang Pengawas dan Mediasi Hari Sukemi, justru disambut oleh suasana kantor yang mendadak sepi dari petinggi.

​Dugaan rekayasa untuk kabur dari tanggung jawab semakin menguat saat seorang staf yayasan bernama Abdul Majid mencoba menghubungi Sekretaris YPBU Totok Raharjo dan Ketua YPBU Moh. Wildy via telepon di hadapan tim DP. Pihak Yayasan Mendadak kompak mengaku hendak ada rapat.

​Saat Dikejar Lokasinya: Sekretaris yayasan menjawab dengan ketus, “Pokoknya rapat di luar,” tanpa mau menyebutkan lokasi yang jelas.

​”Ini jelas-jelas sikap arogan dan tindakan menghindar yang tidak bertanggung jawab,” cecar Arif.

​Dewan Pendidikan Siap Ambil Langkah Tegas

​Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang memastikan tidak akan tinggal diam melihat pola komunikasi destruktif dan aksi bungkam yang ditunjukkan oleh pengurus YPBU Gadingmangu

Langkah selanjutnya, lembaga pengawas ini akan melakukan pendalaman berkas kronologi aduan warga. Kasus ini juga akan segera diseret ke ranah koordinasi yang lebih tinggi, melibatkan dinas terkait serta aparat penegak hukum (APH) jika ditemukan unsur pelanggaran pidana.

​Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi resmi kepada Pengurus YPBU Gadingmangu mengenai duduk perkara dugaan penahanan ijazah ini masih terus diupayakan demi keberimbangan informasi.(Jit).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *