Jombang Lacakjejak.id – Maraknya pengaruh budaya luar dan penggunaan gadget yang tak terkendali jadi perhatian serius Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah. Ia menilai, kondisi ini berpotensi menggerus karakter generasi muda jika tidak diimbangi peran kuat dari keluarga.
Hal itu disampaikan Wiwin saat menggelar sosialisasi bertajuk “Ngaji Budaya Sebagai Upaya Menjaga Tradisi dan Nilai Keagamaan” di Aula Bale Tani,yang dihadiri ratusan ibu-ibu dan kader PKK dari berbagai desa Kecamatan Bareng, Jombang, pada Selasa (28/4)
Kegiatan berlangsung interaktif.dari sejumlah peserta tampak antusias berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing
Dalam sambutanya Wiwin Sumrambah menyampaikan ,“Kalau kita lihat sekarang, pergaulan anak-anak banyak yang mulai keluar dari nilai-nilai kita.saya sering mendapat keluhan dari ibu-ibu soal perubahan perilaku anak yang terpengaruh tren dan budaya luar.
” Derasnya arus modernisasi yang tidak diimbangi pengawasan justru membuat teknologi, khususnya gadget, lebih sering disalahgunakan. Padahal, perangkat tersebut seharusnya membantu proses belajar dan aktivitas positif.
“Teknologi itu alat bantu, tapi sekarang justru banyak dipakai untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Anak-anak jadi lebih pasif, waktunya habis untuk konten digital tanpa kontrol,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Wiwin ,”Dampak penggunaan gadget berlebihan tidak hanya memengaruhi perilaku, tetapi juga karakter hingga tingkat kecerdasan anak. Ia menyebut fenomena ini harus segera diantisipasi, terutama oleh orang tua.
“Karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan keluarga berbasis kearifan lokal sebagai benteng utama. Orang tua, kata dia, harus kembali menjadi panutan dengan mengenalkan nilai budaya dan tradisi sejak dini.
“Mulai dari hal sederhana, seperti mengenalkan tradisi nenek moyang, membatasi penggunaan gadget, dan mengajarkan nilai-nilai agama di rumah,” katanya.
Lebih jauh, Wiwin juga mengingatkan bahwa lunturnya budaya lokal menjadi ancaman nyata di tengah perkembangan zaman. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga identitas budaya agar tidak hilang.
“Budaya dan tradisi kita jangan sampai terkikis. Ini tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga,” tutupnya. (Jit).













