Jombang Lacakjejak.id– Bersatu dalam satu meja tanpa ada batasan karena didalamnya adalah para pengelola hutan diantaranya Perhutani KPH Jombang, CDK Nganjuk, yang dipercayakan pada KTH (Kelompok Tani Hutan) dan Tahura RKW (Resort Konservasi Wilayah) 9 Jombang, membicarakan antisipasi terkait kerawanan hutan mulai dari banjir saat musim penghujan hingga kebakaran hutan saat musim kemarau
Hal ini dilaksanakan dalam suasana santai bertempat di kawasan wisata seloageng RPH Wonosalam BKPH Gedangan KPH Jombang Divre Jatim secara administratif masuk Desa /Kecamatan Wonosalam. Selasa (28/04) siang
Komunikasi nampak serius meskipun dalam suasana santai antara Wiwin Sumrambah anggota DPRD komisi B provinsi Jatim dengan Administratur Perhutani KPH Jombang dan saling sambung menyambung dalam nuansa saling asah asih dan asuh dengan kelompok KTH Argo Tani Mulyo serta Tahura RKW 9 Jombang ini.
Administratur Perhutani KPH Jombang Enny Handhayany Y.S menyampaikan, ” Pesan saya kepada masing-masing kelompok mari satukan visi-misi karena suatu kelompok yang berinteraksinya banyak di hutan, bahwa konsep kita sama yakni menjaga kelestarian hutan, memberi manfaat ekonomi masyarakat seputar hutan, sesuai aturan yang berlaku, aturan negara yang terpenting komunikasi jangan sampai terputus antar pengelola hutan dan semua pihak, intinya hutan lestari masyarakat sejahtera,” Tutur Enny pada Lacakjejak.id.
“Dalam tempat yang sama saat ngopi bareng berlangsung Wiwin Sumrambah menyampaikan mendukung dengan program pelestarian hutan namun lebih mengarah cenderung kepada edukasi dan kesadaran pada lingkungan termasuk terkait sarana dan prasarana apabila terjadi kebakaran hutan,
“Bagaimana agar mitigasi bencana kebakaran, bisa di persiapkan termasuk beberapa peralatan yang di perlukan untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan, di pos pos strategis terdekat, ungkap politisi dari PDI.P kelahiran tahun 1975 ini.
Wiwin Sumrambah menambahkan ,” Adapun peralatan yang perlu di persiapkan sebagai penanganan pertama misalnya, Baju Tahan Panas (Heat Retardant Suit)Helm Pemadam Kebakaran (Fireman’s Helmet)Kacamata Pelindung (Safety Goggles) Sarung Tangan (Fireman’s Gloves) Sabuk Petugas Pemadan (Fireman’s Belt)Sepatu Bot Karet (Rubber Boots)Sepatu Bot Kulit (LEather Boots)Pompa Punggung (Backpack Sprayer) yang tidak jauh dari lokasi hutan,” Tambahnya.(Jit)













