Jombang Lacakjejak.id-Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang Sinergi Bersama Forkopimda, tanam 500 pohon dan tebar 1.200 benih Ikan,
Dalam rangka aksi HMPI (Hari Menanam Pohon Indonesia), HCPSN (Hari Cinta Puspa Satwa Nasional) dan HAB (Hari Amal Bhakti) -ke 80 Kementrian Agama, berlokasi di Sendang Slaji, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jumat (05/12).
Kegiatan tersebut Dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Abah Warsubi, meliputi sambutan, penyerahan bibit tanaman, Kendaraan Roda 3, penyerahan berbagai piagam penghargaan, dilanjutkan tabur bibit ikan dan penanaman bersama.
Adapun yang di tanam jenis bibit buah buahan yang ditanam berjenis nangka, jambu cristal, sawo, alpukat, dan gambilina
Dalam agenda Penanaman ini dihadiri Forkopimda segenap Kepala Dinas Kabupaten Jombang, Perhutani KPH Jombang, CDK Nganjuk, kepala KUA Kabupaten Jombang, diikuti Forkopimcam Kabuh, Kades Sewilayah Kabuh, Pemerintah Desa Sumberaji, Karangtaruna, SMPN 1 Kabuh, SMAN Kabuh, APLJ, GRRM, dan Forum Konservasi.
Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handhayany Y.S, menyampaikan Apresiasinya terhadap para Pemangku kepentingan dan seluruh pihak, di berbagai aksi nyata, pelestarian lingkungan, sebagai bentuk langkah nyata untuk menghadirkan berbagai solusi terbaik, sesuai harapan bersama.
“Perhutani selalu terbuka dan terus menjalin sinergi dan kolaborasi bersama dengan siapapun. bagaimana agar segala aspek dapat terpenuhi dari segi ekologi, ekosistim dan sosial,
Diharapkan dari berbagai sinergi dan kolaborasi, Perhutani selaku pengelolah hutan negara, dapat berjalan sesuai tugas dan fungsinya, terhindar dari berbagai benturan kepentingan sosial, agar kelestarian hutan tetap terjaga, swasembada pangan nasional program Negara dapat berjalan, kegiatan sosial pertanian masyarakat dalam memanfaatkan lahan hutan juga dapat berjalan dengan semestinya, Ungkap Enny
Bupati Jombang, Warsubi dalam amanatnya menyampaikan,” Pentingnya budaya penanaman pohon, sebagai bentuk upaya nyata dalam mewujudkan Indonesia emas.
“Peringatan HMPI ditetapkan setiap tanggal 28 November berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, bukan sekedar seremonial. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Konsep Ekoteologi (pendekatan teologis yang mengkaji hubungan antara keyakinan agama dan lingkungan hidup),
“Kolaborasi dengan Kemenag Kabupaten Jombang, menekankan konsep Ekoteologi (pendekatan teologis yang mengkaji hubungan antara keyakinan agama dan lingkungan hidup),,” ujar Bupati
“Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama.“Ekoteologi mengintegrasikan nilai-nilai ke’Agamaan dengan lingkungan, bahwa ibadah bukan sekedar ritual, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata dengan menjaga alam dan lingkungan. Inilah bentuk pengabdian dan tanggung jawab kita sebagai Khalifah di bumi,” tegasnya.(Jit).













