Jombang Lacakjejak.id – Skandal mafia perizinan proyek pabrik asing PT Jian You di Desa Gambiran, Mojoagung, kian menjadi sorotan publik dan banyak munculnya praduga
Pertanyaan besar menggantung di benak masyarakat dan pengamat kebijakan di kota Jombang, siapakah dalang di balik praktik ilegal ini, dan benarkah ada oknum birokrasi atau penguasa yang ikut bermain, Rabu (01/10)
Selama berbulan-bulan, proyek pembangunan berjalan mulus di lapangan seolah kebal hukum. Padahal, Camat Mojoagung, Satpol PP, Dinas PUPR, hingga DPMPTSP Jombang secara terbuka menegaskan bahwa tidak ada satupun memberi keterangan adanya izin resmi atas nama perusahaan tersebut.
Setelah investigasi lintas pihak dilakukan, kegiatan akhirnya dihentikan dan lokasi dipasang garis larangan,publik bertanya apakah cukup hanya berhenti di situ? Di mana sanksi hukum atas pelanggaran terang-terangan ini?
Dugaan kian menguat, proyek ini bisa melaju karena campur tangan oknum Pemerintah Desa hingga birokrasi Kabupaten, Sorotan publik kini tertuju pada Kepala Desa Gambiran. Ia disebut-sebut kerap berada di lokasi proyek, seolah “menjaga” jalannya pembangunan meski jelas-jelas tanpa izin atau memang sengaja Kepala Desa dijadikan korban oleh yang punya kebijakan,
kenapa dia mau?Keterangan yang disampaikan sang Kades Gambiran, Mojoagung justru menimbulkan tanda tanya serius. Apakah ia benar-benar tidak tahu aturan, atau sengaja berbohong demi melindungi aktor besar di belakang layar?
Nama-Nama yang Disebut Kebal Hukum
Dalam pusaran isu ini, mencuat pula dua nama: Serfi, warga Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, dan Joko Setyobudi, warga Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang. Keduanya disebut-sebut sebagai figur yang seolah tak tersentuh hukum, meski dikaitkan dengan proyek bermasalah tersebut.
Publik pun makin curiga: siapa sebenarnya mereka, dan kekuatan apa yang membuat mereka begitu kebal?
Ujian Wibawa Pemkab Jomban dan, Pertanyaan kritis pun bergulir:, Mengapa pembangunan bisa terus berjalan tanpa selembar izin resmi?
“Siapa yang memberi “jaminan keberanian” kepada mafia perizinan hingga berani menabrak aturan?,
“Apakah ada oknum aparat desa maupun birokrasi kabupaten atau sang penguasa yang ikut bermain di belakang layar?,
“Situasi ini kini menjadi ujian besar bagi Pemkab Jombang. Apakah berani membongkar mafia perizinan hingga ke akar-akarnya, atau justru memilih bungkam demi melindungi kepentingan segelintir orang? Ujar Salah satu pengamat Kebijakan di Jombang. (Jit)













