Jombang Lacakjejak.id – Pernyataan dr. Puji Umbaran yang menyebut ingin mewujudkan “mimpi yang tertunda” untuk menjadikan RSUD Jombang sebagai rumah sakit rujukan setara tipe A, dinilai publik tak lebih dari janji kosong.
Dalam konfirmasinya, dr. Puji berkoar akan membangun fisik, alat kesehatan, ketenagaan, hingga menjadikan RSUD Jombang memiliki layanan unggulan seperti kardiovaskular dan trauma center,
Ia juga mengaku ingin fokus pada penurunan angka kematian ibu dan anak, penguatan pelayanan maternal, serta penanganan penyakit tropis.
Hal tersebut langsung di respon Beny Hendro Yulianto SH praktisi hukum juga pengamat kebijakan Pemda Jombang, Selasa (16/09).
Menurut Beny,” Faktanya yang terjadi selama 8 tahun lebih memimpin RSUD Jombang, janji itu tak pernah terbukti, apa yang digembar-gemborkan hanya sebatas mimpi yang diulang-ulang, tanpa wujud nyata.
Alih-alih menjadi rumah sakit rujukan, RSUD Jombang justru dihantam berbagai masalah klasik: keluhan pelayanan yang tak kunjung usai, krisis alat kesehatan, sistem manajemen amburadul, hingga kasus penghalangan kerja wartawan yang mencoreng wajah transparansi pelayanan publik.
Lanjut Beny ,” Janji membangun “teamwork solid” yang digaungkan dr. Puji pun tak lebih dari retorika. Bukti di lapangantelah menunjukkan, justru ketidak harmonisan internal, birokrasi kaku, dan kepemimpinan yang terjadi justru terasa arogan.
“Delapan tahun lebih memimpin RSUD Jombang hanya menghasilkan mimpi yang tetap jadi mimpi. Publik sudah jenuh dengan omongan indah tanpa realisasi atau PHP (Pemberi Harapan Palsu)Ini cermin betapa bobroknya manajemen yang dijalankan dr. Puji Umbaran kala itu,” tegas Beny
Kini publik mempertanyakan, jika dalam 8 tahun lebih saja mimpi itu tidak terwujud, apakah masih pantas janji yang sama diulang kembali? Atau justru masyarakat kembali dipaksa percaya pada narasi kosong yang tak lebih dari upaya cuci muka seorang pejabat gagal ?,” Begitu Tandasnya. (Jit)













