Nganjuk Lacakjejak.id – Perhutani KPH ( Kesatuan Pemangkuan Hutan) Jombang, bertepatan dengan hari Penjaga Hutan Sedunia (World Ranger Day), Perkuat kolaborasi dan antisipasi Gukamhut (Ganguan Keamanan Hutan) Bersama Forkopimcam Ngluyu Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan pada tahun 2025 ini bertempat di RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Bajang, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Krondong, secara administratif berada di Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, pada kamis (31/07.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ngluyu Imam Tarmudji S.Sos., Kapolsek Ngluyu AKP Sukamto, Koramil Ngluyu Jianto, Kades Bajang Tuti’ah spd, ketua LMDH Sedang Suko Pagiman dan Asper/ KBKPH Krondong Marsono beserta KRPH dan jajaran.
Dalam penyampaianya Plt. Kepala KPH Jombang, diwakili Marsono Asper/ KBKPH Krondong menyampaikan,kegiatan bersama Forkopimcam, ialah dalam rangka untuk mengantisipasi Gukamhut (Gangguan Keamanan Hutan)
Disisi lain adalah dukungan program Pemerintah swasembada pangan nasional, tanam jagung kuartal III, bersama pemangku kepentingan dapat terlaksana dengan lancar, sehingga dapat memberikan manfaat, dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan,
Berbagai kolaborasi dan jalinan komunikasi bersama Forkopimcam, diharapkan yang sudah menjadi tujuan bersama dapat berjalan sesuai harapan, untuk kemaslahatan semua pihak, termasuk masyarakat melalui berbagai usaha produktif yang di lakukan agar dapat berjalan baik, dengan tetap terjaganya ruang kelestarian hutan dan sumber mata air, “Ungkapnya
Ditempat yang sama Kapolsek Ngluyu AKP Sukamto menyampaikan,” Kita berkomitmen, agar program Pemerintah dan tugas Perhutani KPH Jombang dapat berjalan, dengan moto hutan lestari, swasembada nasional berjalan, serta masyarakat sejahtera melalui berbagai usaha produktif.
Kita juga menghimbau terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan ,yang mana agar dalam pembersihan lahan garapan pesanggem memiliki kesadaran tidak membakar walau tanpa di tungu oleh petugas, hal ini tentu dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran yang meluas,
“Maka dari itu pemantauan dan pengawasan serta pendekatan mensosialisasikan langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman, dimanapun tempat maupun melalui musyawarah, termasuk mengantisipasi agar tak ada benturan dan konflik sosial di tengah masyarakat dalam pemanfaatan lahan kawasan,” Terangnya
Dasar dasar yang di pakai Perhutani KPH Jombang adalah bahwa tanggal 31 Juli kebetulan bertepatan hari peringatan Penjaga Hutan Sedunia (World Ranger Day) diperingati bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya peran penjaga hutan dalam menjaga ekosistem bumi,
Melalui partisipasi sederhana dari masyarakat bisa menjadikan dukungan nyata bagi mereka.Peringatan 31 Juli sebagai penghargaan atas peran penting para penjaga hutan dalam melindungi area konservasi, kelestarian, satwa liar, dan mempertahankan keanekaragaman hayati.
Melangsir dari detiknews (detik.com) Hari Penjaga Hutan Sedunia, pertama kali diperingati pada tahun 2007. Tanggal 31 Juli dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya International Ranger Federation (IRF) pada 1992. Organisasi ini dibentuk untuk mendukung dan mewadahi para penjaga hutan di seluruh dunia.(Jit)













