Jalan Cor Kabuh-Tapen Senilai 6 Milyar Sumber Dana Dari APBD 2023 Mulai Dikerjakan Dinas PUPR

 Jombang Lacakjejak.id – Pekerjaan pembangunan jalan Kabuh-Tapen senilai lebih dari Rp 6 miliar telah memasuki pekan kedua. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang telah melaporkan bahwa tahapan pekerjaan rekonstruksi jalan cor (beton rigid) saat ini mencakup penggalian tanah jalan, pembangunan tembok penahan jalan (TPJ), dan pengisian badan jalan dengan lapisan pondasi atas (LPA). Senin (26/06)

Sebelumnya, proyek rekonstruksi jalan Kabuh-Tapen dimulai dengan kegiatan sosialisasi kepada warga yang memiliki bangunan teras rumah yang terdampak oleh proyek pengecoran dan perluasan jalan. Beberapa bulan yang lalu, petugas gabungan melakukan pengukuran ulang lokasi jalan sebelum pembangunan dimulai. Pada saat itu, ditemukan bahwa sejumlah teras rumah warga menyebabkan jalan menjadi menyempit.

“Bangunan rumah yang memasuki area jalan terdapat di ruas jalan raya Tapen. Sebanyak 20-an teras rumah warga di dusun Tapen Lor harus dibongkar,” ungkap Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi.

Bayu mengungkapkan bahwa proyek pembangunan jalan Kabuh-Tapen telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar lebih dalam APBD 2023 Kabupaten Jombang. PT. Aston Jaya Mix adalah pemenang tender untuk proyek ini. Rencananya, lebar akses jalan Kabuh-Tapen akan diperluas menjadi 9 meter, dengan periode pembangunan mulai dari Mei hingga September 2023.

Bayu menjelaskan bahwa total anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang untuk proyek pengecoran dan perluasan jalan Kabuh-Tapen mencapai Rp 6.419.179.157. Semua bagian proyek ini akan menggunakan jalan cor beton.

Terkait proyek jalan Kabuh-Tapen, Bayu menjelaskan bahwa titik awal proyek jalan berada di Pasar Tapen. Pembangunan jalan cor rigid ini akan langsung terhubung dengan jalan cor di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh.

“Insya Allah, kita harapkan proyek jalan Kabuh-Tapen selesai sebelum akhir tahun 2023 dan dapat digunakan sebagai akses ekonomi bagi masyarakat di utara Sungai Brantas,” Pungkas Bayu pada wartawan Lacakjejak.id.(Jit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *