Dua Award Nasional Di Raih Sekaligus Oleh BPR Bank Jombang Selesai Sukses Integrasikan AI dan Pendampingan UMKM

Jombang Lacakjejak.id — Di saat industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) nasional tengah dibayangi tingginya rasio kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) yang menyentuh angka 12,31 persen versi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT BPR Bank Jombang (Perseroda) justru tampil sebagai perkecualian. Bank milik Pemkab Jombang ini sukses membuktikan ketangguhannya lewat ramuan manajemen risiko modern yang adaptif sekaligus membumi.

​Langkah progresif ini diracik melalui kombinasi unik: pendampingan humanistis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Buahnya manis, kerja keras ini berbuah gemilang dengan disabetnya dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Digital Technology & Innovation (IDTI) Awards 2026.

​Solusi Humanis: Menjaga Roda Bisnis UMKM Tetap Berputar

​Direktur Utama PT BPR Bank Jombang (Perseroda), Dr. Afandi Nugroho, S.E., M.M., menegaskan bahwa manajemen risiko di era dinamis tidak boleh kaku atau sekadar berfokus pada penyelesaian administratif. Bagi Bank Jombang, solusi nyata bagi debitur yang terdampak dinamika ekonomi adalah kunci utama.

​”Pelaku UMKM ini menghadapi banyak tekanan. Biaya-biaya meningkat, tetapi daya beli masyarakat melemah. Akibatnya, penjualan ikut terdampak dan kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban kredit juga menjadi lebih berat,” ujar Afandi.

​Alih-alih mengambil tindakan represif, Bank Jombang mengedepankan pembinaan intensif. Jika sebuah usaha nasabah masih memiliki prospek yang baik, pihak bank siap memberikan perhatian khusus agar kualitas kredit terjaga tanpa harus mematikan denyut nadi bisnis si debitur.

​Terobosan Digital: Lelang Agunan Online & LOS Berbasis AI

​Sebagai bentuk adaptasi era modern, Bank Jombang melakukan terobosan besar untuk memangkas hambatan klasik perbankan terkait agunan. Melalui platform digital marketing di laman infolelang.bankjombang.co.id, transparansi dan jangkauan pemasaran aset kredit bermasalah kini terbuka luas bagi masyarakat secara online.“Dengan jangkauan informasi yang lebih luas, kami berharap peluang mendapatkan pembeli juga semakin besar,” jelas Afandi.

​Tidak hanya itu, prinsip kehati-hatian (prudential banking) kian diperkuat lewat adopsi Loan Origination System (LOS) berbasis AI. Teknologi canggih ini disematkan untuk memetakan serta mengukur analisis kelayakan calon peminjam secara presisi sejak awal pengajuan kredit.

​”Pengembangan LOS berbasis AI ini membantu proses pengambilan keputusan menjadi lebih baik, sehingga pemberian kredit dapat dilakukan dengan mempertimbangkan risiko secara lebih cermat,” tambahnya.

​Buah Manis Transformasi: Bukti Nyata untuk Masyarakat Jombang

​Transformasi digital yang berjalan beriringan dengan kepedulian mendalam terhadap sektor riil ini sukses mengantarkan Bank Jombang memborong dua apresiasi nasional di ajang IDTI Awards 2026.

​Bagi Afandi, penghargaan tersebut bukan sekadar trofi, melainkan suntikan motivasi untuk terus menghadirkan dampak nyata bagi perusahaan maupun masyarakat luas.

​”Transformasi digital bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan masyarakat,” ungkapnya penuh syukur.

​Dengan sinergi apik antara inovasi teknologi mutakhir dan empati sosial, BPR Bank Jombang kini kokoh berdiri sebagai lembaga keuangan daerah yang tangguh—siap menjaga stabilitas portofolio sekaligus konsisten menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Jombang.(Jit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *