Jombang Lacakjejak.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan “Cangkruk’an Harmoni Kebangsaan” bertempat di Pondok Pesantren Baitul Makmur, Wonosalam, Kabupaten Jombang. Selasa,(3/11) pagi
Hal ini dilakukan untuk menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun dialog lintas agama, serta memperkuat semangat moderasi beragama dan persatuan bangsa.
Adapun kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus FKUB Kabupaten Jombang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, unsur Muspika Kecamatan Wonosalam, tokoh lintas agama se-Kabupaten Jombang, serta para santri Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam.
Dalam sambutannya Ketua Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam, H. Sidik Purwanta, S.Pd.I. menyampaikan,” Apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir,Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang bisa membawa pesan persaudaraan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat,” Ungkapnya.
Ditempat yang sama Ketua FKUB Kabupaten Jombang, KH. M. Munif Kusnan, S.H., M.Si.mengatakan,” Kegiatan Cangkruk’an Harmoni Kebangsaan merupakan salah satu upaya membangun komunikasi dan kebersamaan antartokoh agama. Melalui dialog dan perjumpaan secara langsung, diharapkan tumbuh rasa saling memahami menghormati, dan menjaga kerukunan antarumat beragama,” Ujar M. Munif Kusnan,
Senada dengan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jombang, Budi Winarno menyampaikan,” Pentingnya setiap individu menerapkan prinsip moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut kami,” Moderasi beragama menjadi landasan penting untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat,
Darinya juga mengaitkan semangat kebangsaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Peringatan tersebut membawa pesan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa. Oleh karena itu, pemuda harus memiliki semangat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,’ Jelasnya
Lebih lanjut dikatakan Budi Winarno, S.T., M.Si, adanya tiga tantangan utama dalam mewujudkan harmoni kebangsaan, yaitu: Egoisme, yakni sikap terlalu mementingkan diri sendiri atau kelompok sendiri di atas kepentingan bersama. Eksklusivisme, yakni sikap membatasi diri dan cenderung memisahkan diri dari masyarakat karena merasa kelompoknya memiliki hak eksklusif terhadap kebenaran.
Etnosentrisme, yakni pandangan yang menganggap kebudayaan, norma, atau nilai-nilai kelompoknya sendiri sebagai yang paling benar dan paling baik, sementara kebudayaan lain dipandang lebih rendah atau salah.
Dijelaskan, Ketiga sikap tersebut perlu dihindari karena dapat menjadi penghambat terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis. Sebaliknya, masyarakat perlu mengembangkan sikap terbuka, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan bersama,” Pungkas Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang ini.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang yg hari ini diwakili oleh Dr. H. Arif Hidayatullah, M.Pd.I. sebagai Kepala Subbagian (Kasubbag) Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menyampaikan,”Kabupaten Jombang memiliki contoh nyata kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi moderasi beragama, salah satunya melalui keberadaan Kampung Moderasi Beragama di Desa Ngepeh.
“Di wilayah tersebut, masyarakat hidup berdampingan dengan latar belakang agama yang beragam, yaitu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Katolik. Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun, saling menghormati, dan bekerja sama.
“Melalui kegiatan Cangkruk’an Harmoni Kebangsaan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Pertemuan lintas agama di lingkungan pondok pesantren ini juga menjadi pesan penting bahwa nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan dapat tumbuh melalui dialog, kebersamaan, serta saling menghargai perbedaan.
“Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Kabupaten Jombang yang damai, harmonis, dan sejahtera. FKUB Kabupaten Jombang – Merawat Kerukunan, Memperkuat Persatuan.” Tutupnya.(Nda)













