Diduga Mengkonsumsi Makanan Menu Program MBG Tidak Layak Saji Beberapa Murid Alami Sakit Perut

Jombang Lacakjejak.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan ke sejumlah SMP negeri di Kabupaten Jombang menuai sorotan, pasalnya program yang bertujuan menyehatkan, justru menu yang disajikan dikeluhkan siswa karena diduga tidak layak konsumsi dan bahkan menyebabkan gangguan pencernaan.

Seorang siswa SMPN 2 Jombang mengaku harus mendapat perawatan medis setelah menyantap hidangan MBG. Ia menyebut lauk ayam yang diberikan dalamnya masih tampak berdarah dan kuran sempurna memasaknya,

“Ayame gak mateng, (daging ayam masih mentah kurang masak) di dalamnya masih ada darahnya,terpaksa saya makan saja yang akhirnya sakit perut terus-terusan diare. Orang tua saya sampai bawa ke dokter dan disarankan rontgen,” tuturnya, Selasa (02/09).

Keluhan senada datang dari teman satu sekolahan. Menurutnya, tahu yang disajikan terasa masam dan tak layak dikonsumsi

“Kemarin ayam sama tahu dibumbu, tapi tahunya masam Jadwal MBG harusnya jam 11.45, tapi baru dibagikan sekitar jam 14.40, pas siswa mau pulang,” ungkapnya.

Muncul aturan larangan Dokumentasi

Laporan serupa juga muncul dari siswa SMPN 1 Jombang. Mereka mengeluhkan ayam kurang masak hingga lauk terasa asam. Kemudian, beredar informasi ada sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan.

Anehnya, upaya mendokumentasikan kondisi makanan terhambat, karena para siswa mengaku dilarang mengambil foto maupun video saat pembagian menu MBG.“Katanya gak boleh difoto atau divideo, jadi teman-teman gak berani,” kata salah satu siswa.

Menanggapi keluhan ini, Em, kepala layanan dapur di salah satu sekolah ternama di Jombang, menegaskan makanan yang tidak matang / masak berisiko besar bagi kesehatan.

“Ayam yang masih ada darah artinya belum matang sempurna. Itu berisiko membawa bakteri Salmonella atau parasit penyebab infeksi pencernaan. Begitu juga tahu yang sudah asam, menandakan kemungkinan ada proses fermentasi yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Ia menekankan, kualitas bahan pangan dan proses pengolahan harus diawasi lebih ketat.

“Kalau tidak dikontrol, program MBG justru kontraproduktif dan bisa membahayakan kesehatan siswa,” tegas Em.(Jit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *