Jombang Lacakjejak.id – Ribuan masyarakat Desa Galengdowo dan sekitarnya (tumplek bleg Jawa red)(Kumpul jadi satu) dengan adanya pawai budaya yang di iringi (Sound sistem Horeg) dan arak arakan tumpeng hasil bumi yang diikuti masing-masing Rukun Tetangga (RT) sejumlah 15 unit mobil truk dan para penari berbusana pakaian adat serta mobil pik up bermuatan tumpeng yang dibagikan kepada para penonton di sepanjang jalan. Sabtu (11/5).
Acara diawali dengan apel kesiagaan pembagian tugas dari TNI, Polri,Linmas, Pemuda Pancasila, Banser, Pemuda Kristen, pecalang, yang di pimpin Kapolsek Wonosalam Iptu Rido bargowo kemudian tepat pukul 14.00 wib diberangkatkan oleh tiga pilar Kecamatan Wonosalam, Camat yang diwakili Sekcam,Danramil yang diwakili Babinsa, dan Kapolsek dengan start di bumi perkemahan pengajaran dan finish di Dusun Plumpung.
Pawai budaya ini dilakukan bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Desa Galengdowo khususnya, umumnya dalam arti luas memberikan pelajaran pada anak-anak usia dini dan para pemuda sebagai tunas muda agar tumbuh menjadi generasi yang hebat, bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan dari berbagai perbedaan
Kepala Desa Galengdowo Wartomo S. Sos menyampaikan ,” Kegiatan kali ini adalah lanjutan dari acara bancakan salak kemarin lusa, yang didalam acara itu , tari tarian, ada Mberot, orkes, dan kuda lumping, untuk sekarang horeg, dan agenda kita tahun ini nanti puncaknya tanggal 18 Mei dalam mengakomodir usulan para lansia yakni akan kita hadirkan kesenian Ludruk BUDI WIJAYA dari Jombang, di halaman Balai Desa, di lain hal untuk anggaran pawai budaya masyarakat berswadaya atau gotong-royong, Pemerintah Desa hanya memberikan subsidi senilai Rp 750.000. dari Dana Desa untuk pemberdayaan yang jelas kurangnya masih banyak,
” Melalui pawai budaya, masyarakat dapat lebih mengenal dan mengapresiasi keunikan budaya setempat, utamanya Gotong-royong, selain itu pawai budaya juga dapat menjadi daya tarik wisata yang bisa mendorong minat pengunjung dari berbagai daerah serta menjadi ajang promosi dan pelestarian warisan budaya nenek moyang,” Ulas Orang nomor satu di Desa Galengdowo ini dengan penuh semangat.
Pada tempat berbeda dikatakan oleh seorang warga sebelum acara dimulai ,”Untuk biaya sound sistem mencapai Dari rata-rata pengeluaran tiaptiap rt kalausaya dengarsama yakni Rp. 10.000.000, untuk sound sistem saja, belum untuk konsumsi, mak up masing-masing individu yang ikut khususnya ibu ibu atau remaja putri, operasional kendaraan dan lain-lain, contohnya di Rt 9-10 Dusun Galengdowo jumlah warga hanya 48 KK, kemudian per Kepala Keluarga diputuskan Rp.50,000, Karang Taruna Rp.200.000 ditambah donatur lingkungan RT tersebut, yang penting jalan depan rumahnya dilewati karnaval yang dilaksanakan pada hari ini, mereka semua ikhlas karena untuk acara bersama-sama, dan baru kali ini kegiatan ini dilaksanakan secara besar besaran, ” Ungkap salah satu warga RT 9 dan RT 10.(Jit)













