Jombang Lacakjejak.id– Kisah sedih warga Dusun/Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang kekurangan air bersih hingga setiap tahun Pemkab dan Polres Jombang harus menyalurkan bantuan kebutuhan air pada masyarakat demi kelangsungan hidupnya.
Hal demikian terjadi setiap tahun, dimana warga harus mencari air menggunakan timba dari dusun lain, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hingga pada tahun 2001 melalui tetangga desa, mendapatkan batuan air bersih khususnya kelebihan air dari Desa Wonokerto Kecamatan Wonosalam meskipun hanya sekedar untuk minum.karena minimnya debit air.
Menurut Yanto (70 tahun) mantan Kepala Dusun Bronkol Desa Wonokerto Selasa (16/06) mengatakan,” Sebagai tetangga desa, meski bukan warga kami, Saya selaku Kepala Dusun Bronkol saat tahun 2001 secara kemanusiaan merasa kasihan pada masyarakat wonorejo yang waktu itu sebutannya kampung 24 (Pat likur Jawa red) karena melihat mereka semua tidak adanya air bersih, jangankan untuk mandi untuk minum saja susah,
Pada waktu itu air dari Dusun Brongkol pada malam hari kita salurkan secara bergiliran namun terkadang juga tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Kampung Patlikur tersebut, karena debit air sangat kecil, memakai pipa seadanya, tapi lumayan sedikit bisa membantu,” Jelasnya
Masih dari mantan Kepala Dusun Brongkol dirinya menyebut,” Waktu tahun 2001 Kepala Desa Ngrimbi Pak Bekti, jumlah warga masih sekitar 23 Kepala Keluarga (KK), saat itu Kita semua hanya bisa berdo,a semoga ada jalan keluar untuk bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah terkait program pipa air bersih, agar tidak kekurangan air,” ucapnya.
Ditambahkan Yanto,” Saya dengar kalau mulai tahun 2021 warga sudah bisa merasakan dan menikmati dengan layak yakni program Pemerintah melalui Kementrian Desa bersumber dari DD (Dana Desa) yang pengelolaanya diserahkan pada masyarakat, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, dari hal ini semuanya pasti ikut senang,”Pungkas Yanto sambil cicipi kopi di warung seputar Desa Ngrimbi.(Jit)













