Asta Cita Di Kabupaten Jombang Hanya Akan Jadi Mimpi kosong Di Siang Bolong

Jombang Lacakjejak.id – Kritik pedas kembali mengemuka terkait implementasi Asta Cita, prioritas pembangunan di Kabupaten Jombang.

Anang Hartoyo, praktisi hukum dan pengamat kebijakan, menilai bahwa tanpa sinkronisasi dengan prioritas nasional, Asta Cita di Kabupaten Jombang hanya menjadi jargon politik tanpa arah. Ia menekankan pentingnya keselarasan dan hubungan Asta Cita dengan prioritas nasional ternyata hanya untuk menghindari kekecewaan masyarakat belaka.

Menurut Anang saat di wawancarai Minggu (21/09/2025) menyampaikan,” Pemerintah harus berhenti bermain di level retorika dan memerlukan skema pembangunan yang “bener dan pinter”, bukan sekadar tambal sulam. Ia juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan Asta Cita dengan prioritas nasional untuk menghindari pembangunan yang kehilangan arah.

“Pertanyaannya jelas,” Sampai sejauh mana keselarasan dan keterhubungan Asta Cita dengan prioritas nasional? Kalau hanya ramai di spanduk dan seremoni, tapi tidak ada strategi terukur, maka jangan salahkan rakyat kalau nanti kecewa. Sunyi soal Asta Cita dan riuh program KDMP maupun SPPG bisa meledak sewaktu-waktu, menghantam kredibilitas Pemerintah Daerah,” sindirnya.Ia menekankan, pemerintah harus berhenti bermain di level retorika, tentu sangat diperlukan skema pembangunan yang “bener dan pinter”, bukan sekadar tambal sulam. Menurutnya, Asta Cita dan pronas harus benar-benar bergandengan tangan, bukan saling berjalan sendiri.

“Kalau tidak segera diselaraskan, pembangunan di Jombang bisa kehilangan arah. Koar koar menyejahterakan masyarakat, malah menciptakan jebakan masalah baru,” tegasnya dengan lugas.

“Salah satu jalan keluar yang perlu di perhatikan adalah gagasan, “Satu Wirausaha Satu Dusun” dengan model kemitraan bapak asuh. Skema ini diyakini mampu melahirkan ekosistem wirausaha yang sehat dan berdaya saing. “Setiap dusun punya wirausaha, dan ada pihak yang menjadi bapak asuh. Itu bukan sekadar program, tapi strategi mencetak kemandirian ekonomi dari akar rumput,” ucapnya.

Menurut anang,” jika konsep tersebut dijalankan serius, Jombang akan memiliki pondasi ekonomi yang kokoh, sekaligus menyatu dengan arah kebijakan nasional. “Jangan menunggu bom waktu itu meledak. Saatnya berani mengambil langkah radikal dan berpihak penuh pada rakyat. Kalau tidak, Asta Cita hanya akan jadi mimpi kosong di siang bolong,” pungkas Anang dengan gamblang.(Jit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *