Jombang Lacakjejak.id – Kepala Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUD Jombang dr. Tri Putri Yuniarti, Sp.PK memberikan sosialisasi terkait kesehatan khususnya pentingnya Instalasi Laboratorium Patologi Klinik. Selasa (16/09)
Sebuah instalasi kesehatan yang melakukan pemeriksaan berbagai spesimen seperti darah, feses, dan cairan tubuh lain dalam kaitannya membantu menegakkan diagnosis, serta mengevaluasi pengobatan, sekaligus memantau kondisi pasien melalui uji saring pemeriksaan laboratorium.
Disampaikan dr. Tri Putri Yuniarti, Sp.PK dalam acara Humas menyapa ,” Bahwa Laboratorium ini disamping bekerja sebagai instalasi pelayanan medis juga sebagai penunjang medis memiliki beberapa bagian seperti Hematologi, Kimia Klinik, dan Imunologi, serta RSUD Jombang dilengkapi peralatan canggih untuk mendukung pelayanan yang akurat dan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkanya,
“Meski kita sudah sampaikan ke 4 kalinya namun perlu disadari bahwa sebagian besar masyarakat masih awam terkait laboratorium ini, pemeriksaan cairan tubuh ini, tujuannya adalah pertama sebagai skrining (untuk mengetahui apakah ada sakit yang diderita),
“Kedua membantu menegakkan diagnosa atau penegak diagnosa ,dokter penanggung jawab pasien akan meminta bantuan laboratorium sehingga kebenarannya terjamin, sehingga mereka tahu itu dari kami,
“Kemudian yang ketiga monitoring terapi atau pengobatan , sebelum diobati hasilnya sekian dan setelah diobati hasilnya sekian , itu adalah salah satu fungsi layanan laboratorium Patologi Klinik ,” Jelasnya.
Masih dari dr. Tri Putri Yuniarti,”Setiap pasien yang mau diperiksa harus melakukan puasa terlebih dahulu, tujuannya adalah agar hasil nya tidak dipengaruhi oleh makanan yang sudah di konsumsi, misalnya pemeriksaan glukosa darah, pemeriksaan lemak, semuanya ada hubungannya dengan makanan, untuk menunjukkan hasil yang sebenarnya contoh pemeriksa kadar gula darah kalau minum manis tentu kadar gulanya menjadi tinggi.
“Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan puasa untuk menegakkan diagnosa adalah 8 sampai 10 jam,terhitung dari sang pasien makan malam terakhir jam berapa kemudian dihitung mulai jam tersebut,
“Puasa ini berbeda dengan puasa ramadhan atau puasa sunah lainnya karena boleh minum air putih saja yang tidak dicampur gula atau teh yang pahit, sementara untuk pemeriksaan lemak puasanya agak lama hingga 12 jam karena dibutuhkan pembakaran lemak dalam tubuh,
“Prosedur yang harus dilakukan, bisa jadi permintaan dari poli, atau rawat inap dan pasien harus disiapkan mulai dari identitas pasien kemudian lembar pemeriksaan dokter, yang jelas ada surat rujukan, kemudian langkah kita adalah ditanya terakhir makan jam berapa,” Ulas dokter Tri
Ditambahkan,” Untuk pelayanan reguler standar pelayanan 140 menit harus sudah selesai di lakukan , sedangkan yang cito (segera) biasanya dokter yang meminta itu sudah tahu dan harus segera jadi hasilnya.
“Di era digital banyak masyarakat yang ambil jalan singkat bertanya kepada Google namun pesan saya jangan menyimpulkan sendiri dalam penggunaan/ konsumsi obat tetapi harus dari keterangan dokter,
“Pesan saya masyarakat supaya tidak gampang sakit jagalah makanan yang kita konsumsi terutama yang banyak mengandung lemak (gorengan) , minum air putih yang cukup, jangan banyak makan yang manis manis, periksakan tubuh secara rutin minimal 6 bulan sekali jangan menunggu keluhan,” Pungkasnya dengan gamblang. (Jit)













