TPM Harus Mau Jemput Bola Dalam Mendampingi LMDH Jangan Terkesan Makan Gaji Buta

Mojokerto Lacakjejak.id – Peran aktif (Tenaga Pendamping Masyarakat) TPM dalam organisasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sangatlah penting dalam perjalanan melakukan aktifitas yang bersinggungan dengan kawasan hutan mulai dari penanaman , perawatan tanaman pokok, bagi hasil kayu dan non kayu, sharing agro, koperasi dan lain sebagainya.bukan malah berperan sebagai korektor, yang tegasnya mengoreksi tanpa kasih solusi.

Pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan secara rutin dengan sistem jemput bola, tidak harus menunggu laporan ketika ada masalah saja,karena Perusahaan memberikan pada TPM gaji sesuai upah minimum regional dan ini harus di imbangi dengan tugas pokoknyaMenurut Sugik ketua LMDH Mitra Wana Sejahtera pada saat sosialisasi Sabtu ( 01/06/2024)menyampaikan ,” Kita  perlu adanya pendampingan dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam khususnya terkait penarikan pembayaran sharing tanaman Agro, karena masih ada oknum sebut saja AY yang mengaku sebagai ketua yang sah, sehingga dalam penarikan sharing sedikit ada kendala,” Ungkapnya dalam agenda sosialisasi terkai sharing di bumi Kepakisan .

Sementara Kepala Desa Pakis Khoirul Hadi menyampaikan ,” Komunikasi dan hubungan LMDH dengan Perhutani sinergitas masih baik dan solid namun pembinaan yang intens pada sejumlah LMDH di BKPH Jabung sangatlah dibutuhkan, khususnya dari TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) yang sudah ada, karena sementara ini mereka seperti ayam kehilangan  induknya,” Kehadiran TPM sangatlah diharapkan untuk meningkatkan SDM agar mampu menghadapi persoalan yang dihadapi contohnya adanya orang yang tidak mematuhi kesepakatan pembayaran sharing dan lain sebagainya,

Maka ketegasan ini penting dari instansi yang berwenang termasuk Perhutani harus dilakukan , sesuai dengan juklak dan juknisnya melalui TPM, Pendamping harus responsif selalu mensosialisasikan dan sering turba, agar LMDH berdaya menghadapi problem yang ada dan bsa memahami tugas LMDH dengan benar,agar pe­ningkatan kesejahteraan para petani merata khususnya masyara­kat sebagai anggota LMDH terse­but jangan ada dusta diantara kita, ” Ucap Kades saat dikonfirmasi.

Dari LMDH masing-masing Desa di BKPH Jabung saat ditemui menyatakan, tidak pernah ada bimbingan dan pengarahan apapun dari TPM wilayah timur ini bisa dikatakan makan gaji buta , terahir saat dihubungi Mardian menjawab, tidak ada laporan dari LMDH yang merasa ada problem, ” Jawabnya.(Jit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *